STRATEGI BELAJAR
MENGAJAR ILMU KOMPUTER
METODE PEMBELAJARAN
YANG RELEVAN DENGAN ILMU KOMPUTER

DOSEN PENGAJAR :
Dra. Hj. Noor Fajriah,
M.Si
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK
3
IRSHADI SHALHI (A1C615042)
MUHAMMAD AGAS (A1C615044)
NARA AUGUSTIN (A1C615046)
MARDIANA (A1C615208)
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2016
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan atas bimbingan Allah SWT karena dengan rahmat, karunia,
serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang merupakan
tugas Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar Ilmu Komputer. Adapun judul makalah
yang kami susun ini yaitu “Metode
Pembelajaran yang Relevan dengan Ilmu Komputer”. Dengan berakhirnya sajian makalah
ini, tak lupa kami sampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pihak terkait
yang telah berperan aktif secara pemikiran serta dengan beberapa buku referensi
yang telah kami kutip sehingga terselesaikannya makalah ini. Dan terima kasih pula kepada Ibu Dra. Hj. Noor
Fajriah, M.Si yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Pada
kesempatan yang baik ini tak lupa kami sampaikan pula semoga kiranya makalah
yang kami tulis ini dapat berguna bagi kami khususnya, serta pembaca lain pada
umumnya, dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai metode
yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Kami juga menyadari sepenuhnya
bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna.
Oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun dari rekan-rekan sangat
diperlukan untuk perbaikan makalah ini. Kami juga meminta maaf apabila terdapat
kata-kata yang tidak berkenan di dalam makalah ini.
Banjarmasin,
September 2016
Kelompok
3
DAFTAR
ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring dengan tanggung
jawab profesional pengajar dalam proses pembelajaran, maka dalam melaksanakan
kegiatan pembelajaran setiap guru dituntut untuk selalu menyiapkan segala
sesuatu yang berhubungan dengan program pembelajaran yang akan berlangsung.
Tujuannya adalah agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan
efisien, yaitu tujuan akhir yang diharapkan dapat dikuasai oleh semua peserta
didik.
Dalam rangka pencapaian
tujuan pembelajaran, setiap guru dituntut untuk memahami benar strategi
pembelajaran yang akan diterapkannya. Sehubungan dengan hal tersebut, seorang
guru perlu memikirkan strategi atau pendekatan yang akan digunakannya.
Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat, yaitu situasi dan kondisi yang
dihadapi akan berdampak pada tingkat penguasaan atau prestasi belajar, dimana
diharapkan peserta didik dapat menguasai tujuan pembelajaran salah satunya
adalah dapat menjelaskan kaitan antara strategi, tujuan dan metode
pembelajaran.
Strategi adalah suatu
rencana tentang cara-cara pendayagunaan dan penggunaan potensi dan sarana yang
ada untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi (pengajaran). Dalam strategi
terdapat metode belajar-mengajar, yaitu cara atau jalan untuk mencapai tujuan
pengajaran. Dalam mencapai tujuan, terbuka kemungkinan memilih berbagai metode
yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa dan kemampuan guru yang
bersangkutan. Dalam strategi belajar mengajar juga terkandung teknik mengajar
yaitu pemakaian alat-alat bantu mengajar dan atau cara-cara menggunakan metode
mengajar yang relevan dengan tujuan agar dapat mendorong/ memotivasi siswa
belajar yang optimal. Di dalam strategi belajar mengajar juga terdapat alat
bantu (media) pengjaran. Alat ini digunakan tentu untuk meningkatkan proses
pencapaian tujuan dengan cara memperjelas dan mempermudah bahan pelajaran yang
dipelajari siswa.
B.
Rumusan Penulisan
1. Apa
saja metode-metode yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar?
2. Apa
saja metode yang relevan dengan bidang studi ilmu komputer ?
3. Mengapa
metode tersebut relevan dengan bidang studi ilmu komputer?
C.
Tujuan Penulisan
1. Mendeskripsikan
metode apa saja yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar.
2. Mendeskripsikan
metode apa saja yang relevan dengan bidang studi ilmu komputer.
3. Menjelaskan
mengapa metode tersebut relevan dengan bidang studi ilmu komputer.
D.
Manfaat Penulisan
1. Untuk
mengetahui metode apa saja yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar.
2. Untuk
mengetahui metode apa saja yang relevan dengan bidang studi ilmu komputer.
3. Untuk
mengetahui mengapa metode tersebut relevan dengan bidang studi ilmu komputer.
BAB II
Kajian Teori
A.
Pengertian Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran
adalah alat yang merupakan perangkat atau bagian dari strategi pengajaran untuk
mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan kata lain metode mengajar adalah teknik
penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran
kepada siswa.
Metode
pembelajaran merupakan cara melakukan atau menyajikan, menguraikan materi
pebelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan (Yamin, 2007).
Metode pembelajaran
adalah cara yang digunakan guru dalam mengadakan interaksi antara guru dan
siswa. Metode mengajar beraneka ragam jenisnya dan setiap metode mengajar ada
kelemahan atau kelebihannya masing–masing. Oleh sebab itu, dalam praktek
mengajar diperlukan beberapa metode mengajar yang dirasa sesuai dan dapat
mencapai tujuan pembelajaran.
Beberapa
metode dapat digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran yang tujuannya
untuk mentransfer pengetahuan. Transfer pengetahuan yang dimaksud adalah bukan
guru mentransfer materi yang diajarkan kepada siswanya, namun pada diri siswa
dalam proses belajarnya terjadi pemahaman secara tuntas tentang materi
pelajaran, wujud dari pemahaman berupa pengetahuan. Hal ini disebabkan oleh
ketepatan metode tertentu yang digunakan oleh guru. Hal yang selalu harus
diperhatikan dalam memilih metode pembelajaran adalah pemahaman terhadap metode
pembelajaran itu sendiri dan mengetahui dengan pasti kekuatan dan kelemahan
dari masing-masing metode pembelajaran sebagai bahan pertimbangan.
B. Prinsip-Prinsip Penentuan Metode
Metode
pembelajaran dikatakan baik, jika memenuhi ciri-ciri :
- Kesesuaian
dengan tujuan, karakteristik materi, dan karakteristik siswa.
- Bersifat luwes, fleksibel, artinya dapat
dipadupadankan dengan metode-metode lain untuk mewujudkan tujuan
pembelajaran.
- Memiliki fungsi untuk menyatukan teori dengan
praktik sehingga mampu mengantarkan siswa pada pemahaman materi dan
kemampuan praktis.
- Penggunaannya dapat mengembangkan materi.
- Memberikan
kesempatan pada siswa untuk ikut aktif di dalam kelas.
Jika kelima ciri tersebut telah dimiliki oleh suatu metode
pembelajaran, tugas guru selanjutnya adalah memilih metode pembelajaran.
Pemilihan metode harus didasari oleh need
assessment (analisis kebutuhan) dan analisis situasi di kelas dan tujuan
pembelajaran. Penjelasan di bawah ini menunjukkan beberapa prinsip penting
pemilihan metode pembelajaran.
1. Prinsip tujuan dan motivasi belajar
Tujuan pembelajaran
merupakan faktor utama penentuan pemilihan metode pembelajaran karena
pembelajaran akan bermuara pada tujuan tersebut. Selain tujuan pembelajaran
diperlukan juga motivasi dari siswa karena motivasi tinggi akan memengaruhi
keseriusan dan keberhasilan dalam belajar.
- Prinsip
kematangan dan perbedaan individual
Setiap anak adalah
pribadi yang unik dan memiliki gaya belajar yang beragam. Oleh karena itu, guru
perlu memerhatikan pemilihan metode pembelajaran yang sesuai dengan perbedaan
individual serta tingkat kematangan baik psikologis maupun fisiologis dari
siswa.
- Prinsip
penyediaan peluang dan pengalaman praktis
Sesuai paradigma student centered, guru harus memberikan
kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.
Pengalaman langsung perlu diberikan kepada siswa agar makna dari pembelajaran
dapat dirasakan sendiri oleh siswa yang belajar.
- Integrasi
pemahaman dan pengalaman
Prior knowledge (pengetahuan awal) yang dimiliki siswa merupakan
bekal untuk menentukan metode pembelajaran mana yang tepat, karena pemahaman
dan pengalaman terdahulu akan mempermudah pemahaman terhadap materi yang
diajarkan.
- Prinsip
fungsional
Sesuatu dapat dikatakan
sebagai belajar jika ada makna dan manfaat dari apa yang dipelajari. Oleh
karena itu, penting memilih metode pembelajaran yang mampu mengantarkan siswa
kepada makna dan manfaat belajar.
- Prinsip
menggembirakan
Kesan membosankan dan
menjemukan harus dilepaskan dari pembelajaran. Oleh karena itu pembelajaran
harus di-setting dalam susana yang menyenangkan (joyful learning), agar siswa tidak mengalami situasi yang tegang
dan tertekan dalam belajar. Suasana kelas yang menyenangkan akan turut
menentukan keberhasilan dalam belajar.
C.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi
Pemilihan Metode
Pemilihan dan penentuan metode dipengaruhi beberapa
faktor, sebagai berikut.
- Tujuan
yang berbeda dari masing-masing materi
Guru perlu jeli
dan teliti menyesuaikan metode pembelajaran dengan tujuan yang telah ditetapkan
karena metode pembelajaran ditentukan oleh tujuan, bukan sebaliknya.
- Perbedaan
latar belakang individual anak
Metode
pembelajaran juga harus mampu mengakomodasi perbedaan individual siswa karena
setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Hal ini merupakan
landasan bagi guru dalam memilih dan memvariasi metode pembelajaran.
- Perbedaan
situasi dan kondisi di mana pendidikan berlangsung
Situasi dan
kondisi yang berlainan menuntut metode pembelajaran yang berlainan pula.
Saat suasana kelas tiba-tiba berubah,
guru dapat mengubah metode pembelajaran menyesuaikan dengan suasana tersebut.
- Perbedaan
pribadi dan kemampuan guru
Tidak hanya
siswa yang memiliki kepribadian unik , guru pun memiliki karakteristik individu
dan kecakapan yang berbeda-beda. Pemilihan
metode pembelajaran sebaiknya juga memerhatikan kecakapan diri juga jangan
memilih metode pembelajaran yang tidak dikuasai karena bisa mempersulit diri
sendiri dan menghambat tercapainya tujuan pembelajaran.
- Perbedaan
fasilitas
Fasilitas baik
dari segi kualitas maupun kuantitas dapat memengaruhi pemilihan dan penetapan
metode mengajar.
D. Macam-Macam Metode
Pembelajaran :
1.
Ceramah
Ceramah ialah
pidato yang
disampaikan oleh
seorang guru di depan sekelompok siswa/kelas. Dalam kata
lain, ceramah merupakan satu kegiatan menjelaskan, menerangkan atau mengupas
satu topic atau maslah yang dilakukan oleh seseorang (pembicara) untuk
ndidengarkan oleh audience (pendengar) dalam jumlah yang besar maupun terbatas.
Biasanya ceramah ini dikemukakan oleh seseorang yang ahli dalam satu bidang dan
mengetengahkan satu tema tertentu yang menarik, yang belum dipahami pendengar.
Gunakan ceramah
bila:
a)
Pada waktu memberi
informasi
b) Ketika siswa yang belajar
itu sudah mendapatkan motivasi.
c) Jika guru pandai menggunakan •gambar' dalam
kata-kata.
d) Jika kelompok itu terlalu
besar untuk memakai
metode yang lain.
e) Jika ingin menambah atau menekankan apa yang sudah dipelajari.
f) Ketika mengulangi atau mengadakan pengantar pada suatu pelajaran atau aktivitas.
g) Jika siswa dapat memahami
kata-kata yang digunakan.
Keunggulan
:
a) Dapat dipakai pada siswa yang sudah dewasa.
b) Menghabiskan waktu dengan
baik-baik.
c) Dapat dipakai pada kelompok
yang besar.
d) Tidak melibatkan terlalu banyak
alat pembantu.
e) Dapat dipakai sebagai penambah
bahan yang sudah dibaca.
f) Dapat dipakai untuk
mengulang atau memberi pengantar pelajaran atau aktivitas.
Kekurangan
:
a)
Menghalangi response dari siswa yang belajar.
b)
Hanya sedikit pengajar
yang dapat menjadi pembicara yang baik.
c)
Pembicara harus menguasai pokok pembicarannya.
d)
Dapat menjadi kurang
menarik.
e)
Pelajar dapat memanfaatkan hanya pendengarannya.
f)
Sulit untuk dipakai
pada anak-anak.
g)
Membatasi daya ingat.
h)
Biasanya hanya satu indera
yang dipakai.
i)
Pembicara tidak selalu dapat menilai
reaksi siswa yang belajar.
2.
Diskusi Kelompok
Diskusi kelompok ialah percakapan yang direncanakan atau
dipersiapkan di antara tiga orang siswa atau lebih tentang topik tertentu
dengan seorang pemimpin.
Gunakan diskusi kelompok bila :
a)
Pada waktu saling mengemukakan pendapat.
b)
Untuk membuat problema itu menarik.
c)
Untuk membantu peserta mengemukakan pendapatnya.
d)
Untuk mengenal dan mengolah
problema.
e)
Untuk menciptakan
suasana yang informil.
f)
Untuk
memperoleh pendapat dari siswa yang tidak suka berbicara.
Keunggulan :
a) Memberi
kemungkinan untuk saling mengemukakan pendapat.
b) Merupakan
pendekatan yang demokratis.
c) Mendorong
rasa kesatuan.
d) Memperluas
pandangan.
e) Menghayati
kepemimpinan bersama-sama.
f) Membantu
mengembangkan kepemimpinan.
Kekurangan :
a)
Tidak dapat dipakai
pada kelompok yang besar.
b)
Peserta mendapat
informasi yang terbatas.
c)
Diskusi mudah
terjerumus.
d)
Membutuhkan pemimpin
yang terampil.
e)
Mungkin dikuasai
siswa-siswa yang suka berbicara.
f)
Biasanya orang
menghendaki pendekatan yang lebih formil.
3.
Panel
Panel ialah pembicaraan
yang sudah direncanakan di depan kelas tentang sebuah topik; diperlukan tiga
panelis atau lebih dan seorang pemimpin.
Gunakan Metoda Panel bila :
a) Pada
waktu mengemukakan pendapat yang berbeda.
b) Jika
ada panelis yang memenuhi syarat.
c) Jika
pokok pembicaraan terlalu luas untuk didiskusikan dalam kelompok itu.
d) Jika
dipandang lebih baik untuk mengajak pengunjung untuk “melihat kedalamnya”
tetapi tidak memberikan tanggapan secara verbal di dalam diskusi.
e) Ketika
mempertimbangkan keuntungan dan kerugian suatu pemecahan masalah.
f) Jika
panelis dan moderator bersedia untuk mempersiapkan diri.
Keunggulan :
a)
Membangkitkan pikiran.
b)
Mengemukakan pandangan
yang berbeda-beda.
c)
Mendapatkan hasil.
d)
Mendorong analisa.
e)
Memanfaatkan orang yang
betul-betul memenuhi syarat.
Kekurangan :
a)
Mudah tersesat
b)
Memungkinkan panelis
berbicara terlalu banyak.
c)
Tidak memungkinkan
semua peserta mengambil bagian.
d)
Cenderung untuk menjadi
serial pidato pendek.
e)
Memecahkan pendengar
(siswa) ketika mereka setuju dengan panelis tertentu.
f)
Membutuhkan waktu dan
persiapan yang cukup banyak.
g)
Memerlukan seorang
moderator yang terampil.
4.
Panel-Forum
Panel-forum ialah panel
yang disertai partisipasi tamu (bisa guru, siswa, atau nara sumber).
Gunakan
metode panel-forum :
a) Jika
ingin menggabungkan penyajian isi dengan reaksi tamu.
b) Jika
anggota kelompok diharapkan memberi reaksi pada diskusi itu.
c) Jika
ada pendapat yang sulit dikuasai sehingga perlu dibahas sebelum diajukan secara
terbuka.
d) Jika
waktunya cukup.
e) Ketika
mempertimbangkan untung rugi suatu pemecahan masalah.
f) Jika
ada panelis yang memenuhi syarat.
g) Jika
mengajukan pandangan yang berbeda-beda.
Keunggulan :
a)
Memungkinkan setiap
anggota ambil anggota.
b)
Memungkinkan perputaran
tanggung jawab.
c)
Memungkinkan peserta
menyatakan reaksinya.
d)
Membuat peserta
mendengar dengan penuh perhatian.
e)
Memungkinkan adanya
tanggapan terhadap pendapat panelis.
f)
Ada hasilnya
g)
Mengemukakan pendapat
yang berbeda-beda
Kekurangan :
a)
Membutuhkan banyak
waktu.
b)
Memerlukan moderator
yang terampil.
c)
Mungkin terasa
“terputus-putus”
d)
Memungkinkan panelis
memberi pidato dan bukan berbicara dengan tamu.
e)
Mudah tersesat.
f)
Mungkin peserta kurang
dapat bertanya dengan “betul”.
g)
Memungkinkan orang yang
suka bicara memakai waktu yang banyak.
5.
Kelompok Studi Kecil
Kelompok
studi kecil (buzz group) adalah pemecahan kelompok yang lebih besar. Kelompok
kecil ini membahas tugas yang diberikan dan biasanya melaporkan hasilnya kepada
kelompok besar.
Gunakan kelompok studi kecil (Buzz
group) :
a) Jika
kelompok terlalu besar sehingga tidak memungkinkan setiap siswa berpartisipasi.
b) Ketika
mengolah beberapa segi sebuah pokok bahasan/masalah.
c) Jika
ada anggota kelompok yang lamban dalam mengambil bagian.
d) Jika
waktu terbatas.
e) Untuk
menciptakan suasana yang menyenangkan dalam kelompok.
Keunggulan :
a)
Mendorong peserta yang
malu-malu.
b)
Menciptakan suasana
yang menyenangkan.
c)
Memungkinkan pembagian
tugas kepemimpinan.
d)
Menghemat waktu.
e)
Memupuk kepemimpinan.
f)
Memungkinkan
pengumpulan pendapat.
g)
Dapat dipakai bersama
metode lainnya.
h)
Memberi variasi.
Kekurangan :
a)
Mungkin terjadi
kelompok yang terdiri dari orang-orang yang tidak tahu apa-apa.
b)
Mungkin berputar-putar.
c)
Mungkin ada pemimpin
yang lemah.
d)
Laporan mungkin tidak
tersusun dengan baik.
e)
Perlu belajar
sebelumnya bila ingin mencapai hasil yang baik.
f)
Mungkin terjadi
klik-klik untuk sementara.
g)
Biasanya banyak makan
waktu untuk mempersiapkan.
6.
Drill (Latihan Siap)
Drill
adalah latihan dengan praktek yang dilakukan berulang kali atau kontinyu /
untuk mendapatkan keterampilan dan ketangkasan praktis tentang pengetahuan yang
dipelajari.
Harus
disadari sepenuhnya bahwa apabila penggunaan metode tersebut tidak / kurang
tepat akan menimbulkan hal-hal yang negatif ; anak kurang kreatif dan kurang
dinamis.
Metode
ini tepat untuk memperoleh :
a.
Kecakapan memoris :
Mengucapkan kata-kata, tanya jawab, pemakaian tata bahasa (grammar) yang tepat
dalam pengajaran bahasa asing.
b.
Kecakapan mental :
Dalam perkalian, menjumlah, mengurang, membagi, dll.
Keuntungan :
a)
Bahan yang diberikan
secara teratur.
b)
Adanya pengawasan,
bimbingan dan koreksi yang segera diberikan oleh guru.
c)
Pengetahuan / keterampilan
siap yang telah terbentuk sewaktu-waktu dapat digunakan dalam keperluan
sehari-hari.
Kerugian :
a)
Dapat membentuk
kebiasaan yang kaku.
b) Menimbulkan
adaptasi mekanis terhadap lingkungannya.
c)
Menimbulkan verbalisme.
d) Latihan
yang terlampau berat akan menimbulkan perasaan benci, baik kepada mata
pelajaran maupun kepada gurunya.
e)
Latihan yang dilakukan
dengan pengawasan yang ketat dan dalam suasana yang serius mudah sekali
menimbulkan kebosanan dan kejengkelan.
7.
Problem Solving
Metode
problem solving adalahsuatu cara mengajar dengan menghadapkan siswa kepada
suatu masalah agar dipecahkan atau diselesaikan. Metode ini menuntut kemampuan
untuk melihat sebab akibat, mengobservasi problem, mencari hubungan antara
berbagai data yang terkumpul kemudian menarik kesimpulan yang merupakan hasil
pemecahan masalah.
Keuntungan
:
a)
Mendidik murid berfikir
secara sistematis.
b)
Mampu mencari berbagai
jalan keluar dari suatu kesulitan yang dihadapi.
c)
Belajar menganalisa
suatu masalah dari berbagai aspek.
d)
Mendidik anak tidak
mudah putus asa dalam menghadapi kesulitan.
e)
Mendidik anak percaya
pada diri sendiri.
Kelemahan
:
a)
Memerlukan waktu yang
cukup banyak.
b)
Tidak bisa digunakan di
kelas-kelas rendah.
c)
Bisa menjadikan
pelajaran tertinggal, sebab satu dua masalah yang sulit dipecahkan akan memakan
waktu yang tidak sedikit.
8.
Inkuiri
Metode
inkuiri adalah cara penyampaian bahan pengajaran dengan memberi kesempatan
kepada siswa untuk belajar mengembangkan potensi intelektualnya dalam jalinan
kegiatan yang disusunnya sendiri untuk menemukan sesuatu sebagai jawaban yang
meyakinkan terhadap permasalahan
yang dihadapkan kepadanya melalui proses pelacakan data dan informasi serta
pemikiran yang logis, kritis dan sistematis.
Metode
inkuiri ini hampir sama dengan metode pemecahan masalah (problem solving).
Perbedaannya ialah dalam pemecahan masalah titik berat terletak pada
terpecahkannya masalah sedangkan pada inkuiri titik berat terletak pada
kedalaman pencarian sampai ditemukan pemecahan yang meyakinkan (proses
pemecahan dan kualitasnya).
Keunggulan :
a)
Siswa menjadi
lebih aktif.
b)
Dapat
meningkatkan kemampuan intelektual.
c)
Meningkatkan
kadar penghayatan cara berfikir dan cara hidup yang tepat dalam berbagain
situasi nyata.
Kelemahan :
a) Tidak dapat diterapkan secara efektif pada semua
tingkatan kelas.
b) Tidak semua guru/ instruktur mampu menerapkanya.
c) Terlalu menekankan aspek kognitif dan kurang
memperhatikan aspek efektif.
d) Memerlukan banyak waktu.
9.
Demonstrasi dan
Eksperimen
Dua
istilah ini hanya berbeda dalam sudut pandangannya. Metode demonstrasi
dimaksudkan sebagai suatu kegiatan memperlibatkan suatu gerak atau proses kerja
sesuatu.
Adapun
metode eksperimen dimaksudkan sebagai suatu cara memperoleh pengetahuan /
keterampilan dengan mencoba, berbuat, melakukan sesuatu.
Keuntungan :
a)
Pengetahuan anak tidak
verbalistis dan memberikan kemungkinan berfikir lebih kritis.
b)
Memberikan pengalaman
yang real.
c)
Keragu-raguan siswa /
mahasiswa dapat hilang dengan mengamati dan mengadakan eksperimen.
d)
Memberikan kemungkinan
lebih berhasilnya interaksi belajar-mengajar.
Kelemahan :
a)
Bila tidak dapat
mengamati kelas secara seksama, maka metode ini menjadi tidak wajar.
b)
Bila alat pengajaran
kurang memadai, maka hasilnya pun kurang memuaskan.
c)
Kemungkinan eksperimen
akan berlangsung lama sehingga mengganggu pelajaran berikutnya.
E. Metode yang dianggap Relevan dengan Ilmu
Komputer
1.
Metode Ceramah
Metode ceramah adalah penuturan atau penjelasan
guru secara lisan. Metode ini dianggap relevan dengan ilmu komputer karena
dalam ilmu komputer ada beberapa materi yang tidak memerlukan praktek dan hanya
perlu disampaikan oleh pengajar secara lisan, metode ini juga dapat digunakan
oleh pengajar untuk menjelaskan suatu tugas yang akan diberikan kepada peserta
didik
Materi ini dapat diterapkan oleh pengajar untuk
menyampaikan beberapa materi dalam ilmu komputer, seperti sejarah
komputer,perkembangan komputer dari masa ke masa, dan materi lain yang tidak
memerlukan praktek dalam proses pembelajarannya.
2.
Metode Drill
Metode ini
menitikberatkan dalam pemberian latihan dan praktek yang dilakukan berulang kali
secara terus menerus kepada peserta didik agar bisa melatih keterampilan dan
ketangkasan praktek tentang pengetahuan yang dipelajari. Untuk apa peserta
didik dibidang ilmu komputer melatih keterampilannya, ini dikarenakan peserta
didik dibidang ilmu komputer diharapkan dapat memiliki keterampilan dalam
mengolah, menjalankan, dan memahami software, hardware, dan seluruh komponen
komputer beserta OS(Operating System) dan jaringannya.
Keterampilan ini
tidak bisa didapatkan hanya dengan mendengarkan pengetahuannya saja, tentu
harus dibarengi dengan latihan dan praktek yang dilakukan berulang kali agar
pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari itu menjadi permanen,
mantap, dan bisa dipergunakan di situasi yang diperlukan. Karena itulah Metode
Drill relevan dengan pembelajaran dibidang ilmu komputer.
3.
Demonstrasi dan Eksperimen
Kedua metode
yang saling berkaitan ini relevan dengan ilmu komputer karena metode
Demonstrasi diperlukan peserta didik untuk mengamati bagaimana suatu proses
kerja itu terjadi, contohnya bagaimana proses pemrograman bahasa didalam
komputer bisa bekerja atau bagaimana cara membuat dan memanipulasi suatu objek
multimedia menggunakan software(CorelDraw/Photoshop). Dan peserta didik tidak
hanya mengamati bagaimana suatu proses kerja itu terjadi tentu harus dibarengi
dengan prakteknya agar mereka bisa menjalankan suatu proses kerja itu secara
nyata, karena itulah metode eksperimen diperlukan. Di metode Eksperimen ini
tidak hanya menjalankan suatu proses kerja itu secara nyata tetapi juga bisa
membuat anak berpikir lebih kreatif dan kritis serta memberikan pengalaman yang
riil, dan cara berpikir seperti itu sangat diperlukan dalam mengikuti
pembelajaran ilmu komputer.
4.
Problem Solving
Metode ini
relevan dengan ilmu komputer karena mata pelajaran ilmu komputer banyak menuntut kemampuan untuk melihat sebab
akibat, mengobservasi problem, dan mencari hubungan antara berbagai data
yang terkumpul kemudian menarik
kesimpulan yang merupakan hasil pemecahan masalah, contohnya dasar-dasar
logika, algoritma dll. Untuk melatih kemampuan itu maka diperlukanlah metode
Problem Solving yang bisa memberikan pelajaran menganalisa suatu masalah dari
berbagai aspek.
5.
Inkuiri
Metode inkuiri
ini relevan dengan ilmu komputer karena selain pandai dalam teori-teori ilmu
komputer, peserta didik juga dituntut untuk menjadi kreatif dalam menyelesaikan
suatu problema, metode ini juga dapat digunakan jika pendidik ingin
mengembangkan kepercayaan diri peserta didik. Contoh penerapan metode inkuiri
dalam ilmu komputer adalah siswa ditugaskan untuk menilik suatu problema yang
terjadi dalam kehidupan sehari-hari kemudian siswa memecahkan masalah tersebut
dengan memprogram sesuatu atau merancang suatu teknologi sehingga diharapkan
siswa dapat berpikir analitis, kritis,dan sistematis.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Ada
banyak metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik dalam meyampaikan
bahan ajar kepada peserta didik. Namun hanya beberapa metode yang kami anggap relevan
dan dapat digunakan dalam ilmu komputer yaitu metode ceramah, drill, demontrasi
eksperimen, problem solving, dan inkuiri. Materi-materi yang relevan tersebut
pun hanya akan efektif jika dikombinasikan satu sama lain sesuai dengan
kemampuan peserta didik, materi yang disampaikan, dan berbagai faktor lain.
B. Saran
Diharapkan
pendidik dapat memilih, memilah, dan merangkai beberapa metode pembelajaran
sekaligus dalam suatu penyampaian materi untuk mencapai tujuan pengajaran yang
optimal. Karena setiap materi memerlukan metode yang tepat dan efektif agar
dapat dipahami dengan mudah oleh tiap peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
Sriyono, dkk. 1992. Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. Jakarta:
Rineka Cipta.
Slameto. 1991. Proses Belajar
Mengajar dalam Sistem Kredit Semester (SKS). Jakarta: Bumi Aksara.
Nurani, Yuliani dkk. 2003. Strategi
Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.