Rabu, 13 September 2017

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR ILMU KOMPUTER
 METODE PEMBELAJARAN YANG RELEVAN DENGAN ILMU KOMPUTER
Description: Logo-Unlam.png
DOSEN PENGAJAR :
Dra. Hj. Noor Fajriah, M.Si

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 3
IRSHADI SHALHI                      (A1C615042)
MUHAMMAD AGAS                 (A1C615044)
NARA AUGUSTIN                     (A1C615046)
MARDIANA                                (A1C615208)



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2016


KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan atas bimbingan Allah SWT karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang merupakan tugas Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar Ilmu Komputer. Adapun judul makalah yang kami susun ini yaitu  “Metode Pembelajaran yang Relevan dengan Ilmu Komputer”. Dengan berakhirnya sajian makalah ini, tak lupa kami sampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pihak terkait yang telah berperan aktif secara pemikiran serta dengan beberapa buku referensi yang telah kami kutip sehingga terselesaikannya makalah ini.  Dan terima kasih pula kepada Ibu Dra. Hj. Noor Fajriah, M.Si yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Pada kesempatan yang baik ini tak lupa kami sampaikan pula semoga kiranya makalah yang kami tulis ini dapat berguna bagi kami khususnya, serta pembaca lain pada umumnya, dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun dari rekan-rekan sangat diperlukan untuk perbaikan makalah ini. Kami juga meminta maaf apabila terdapat kata-kata yang tidak berkenan di dalam makalah ini.



                                                                       Banjarmasin, September 2016


                                                                                                  Kelompok 3



DAFTAR ISI




BAB I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Seiring dengan tanggung jawab profesional pengajar dalam proses pembelajaran, maka dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran setiap guru dituntut untuk selalu menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan program pembelajaran yang akan berlangsung. Tujuannya adalah agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien, yaitu tujuan akhir yang diharapkan dapat dikuasai oleh semua peserta didik.
Dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran, setiap guru dituntut untuk memahami benar strategi pembelajaran yang akan diterapkannya. Sehubungan dengan hal tersebut, seorang guru perlu memikirkan strategi atau pendekatan yang akan digunakannya. Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat, yaitu situasi dan kondisi yang dihadapi akan berdampak pada tingkat penguasaan atau prestasi belajar, dimana diharapkan peserta didik dapat menguasai tujuan pembelajaran salah satunya adalah dapat menjelaskan kaitan antara strategi, tujuan dan metode pembelajaran.
Strategi adalah suatu rencana tentang cara-cara pendayagunaan dan penggunaan potensi dan sarana yang ada untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi (pengajaran). Dalam strategi terdapat metode belajar-mengajar, yaitu cara atau jalan untuk mencapai tujuan pengajaran. Dalam mencapai tujuan, terbuka kemungkinan memilih berbagai metode yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa dan kemampuan guru yang bersangkutan. Dalam strategi belajar mengajar juga terkandung teknik mengajar yaitu pemakaian alat-alat bantu mengajar dan atau cara-cara menggunakan metode mengajar yang relevan dengan tujuan agar dapat mendorong/ memotivasi siswa belajar yang optimal. Di dalam strategi belajar mengajar juga terdapat alat bantu (media) pengjaran. Alat ini digunakan tentu untuk meningkatkan proses pencapaian tujuan dengan cara memperjelas dan mempermudah bahan pelajaran yang dipelajari siswa.

B.      Rumusan Penulisan

1.   Apa saja metode-metode yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar?
2.   Apa saja metode yang relevan dengan bidang studi ilmu komputer ?
3.   Mengapa metode tersebut relevan dengan bidang studi ilmu komputer?

C.      Tujuan Penulisan

1.   Mendeskripsikan metode apa saja yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar.
2.   Mendeskripsikan metode apa saja yang relevan dengan bidang studi ilmu komputer.
3.   Menjelaskan mengapa metode tersebut relevan dengan bidang studi ilmu komputer.

D.      Manfaat Penulisan

1.   Untuk mengetahui metode apa saja yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar.
2.   Untuk mengetahui metode apa saja yang relevan dengan bidang studi ilmu komputer.
3.   Untuk mengetahui mengapa metode tersebut relevan dengan bidang studi ilmu komputer.




BAB II

Kajian Teori

A.      Pengertian Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran adalah alat yang merupakan perangkat atau bagian dari strategi pengajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan kata lain metode mengajar adalah teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa.
Metode pembelajaran merupakan cara melakukan atau menyajikan, menguraikan materi pebelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan (Yamin, 2007).
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru dalam mengadakan interaksi antara guru dan siswa. Metode mengajar beraneka ragam jenisnya dan setiap metode mengajar ada kelemahan atau kelebihannya masing–masing. Oleh sebab itu, dalam praktek mengajar diperlukan beberapa metode mengajar yang dirasa sesuai dan dapat mencapai tujuan pembelajaran.
Beberapa metode dapat digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran yang tujuannya untuk mentransfer pengetahuan. Transfer pengetahuan yang dimaksud adalah bukan guru mentransfer materi yang diajarkan kepada siswanya, namun pada diri siswa dalam proses belajarnya terjadi pemahaman secara tuntas tentang materi pelajaran, wujud dari pemahaman berupa pengetahuan. Hal ini disebabkan oleh ketepatan metode tertentu yang digunakan oleh guru. Hal yang selalu harus diperhatikan dalam memilih metode pembelajaran adalah pemahaman terhadap metode pembelajaran itu sendiri dan mengetahui dengan pasti kekuatan dan kelemahan dari masing-masing metode pembelajaran sebagai bahan pertimbangan.

B.      Prinsip-Prinsip Penentuan Metode

Metode pembelajaran dikatakan baik, jika memenuhi ciri-ciri :
  1. Kesesuaian dengan tujuan, karakteristik materi, dan karakteristik siswa.
  2. Bersifat luwes, fleksibel, artinya dapat dipadupadankan dengan metode-metode lain untuk mewujudkan tujuan pembelajaran.
  3. Memiliki fungsi untuk menyatukan teori dengan praktik sehingga mampu mengantarkan siswa pada pemahaman materi dan kemampuan praktis.
  4. Penggunaannya dapat mengembangkan materi.
  5. Memberikan kesempatan pada siswa untuk ikut aktif di dalam kelas.
Jika kelima ciri tersebut telah dimiliki oleh suatu metode pembelajaran, tugas guru selanjutnya adalah memilih metode pembelajaran. Pemilihan metode harus didasari oleh need assessment (analisis kebutuhan) dan analisis situasi di kelas dan tujuan pembelajaran. Penjelasan di bawah ini menunjukkan beberapa prinsip penting pemilihan metode pembelajaran.
1.     Prinsip tujuan dan motivasi belajar
Tujuan pembelajaran merupakan faktor utama penentuan pemilihan metode pembelajaran karena pembelajaran akan bermuara pada tujuan tersebut. Selain tujuan pembelajaran diperlukan juga motivasi dari siswa karena motivasi tinggi akan memengaruhi keseriusan dan keberhasilan dalam belajar.
  1. Prinsip kematangan dan perbedaan individual
Setiap anak adalah pribadi yang unik dan memiliki gaya belajar yang beragam. Oleh karena itu, guru perlu memerhatikan pemilihan metode pembelajaran yang sesuai dengan perbedaan individual serta tingkat kematangan baik psikologis maupun fisiologis dari siswa.
  1. Prinsip penyediaan peluang dan pengalaman praktis
Sesuai paradigma student centered, guru harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Pengalaman langsung perlu diberikan kepada siswa agar makna dari pembelajaran dapat dirasakan sendiri oleh siswa yang belajar.
  1. Integrasi pemahaman dan pengalaman
Prior knowledge (pengetahuan awal) yang dimiliki siswa merupakan bekal untuk menentukan metode pembelajaran mana yang tepat, karena pemahaman dan pengalaman terdahulu akan mempermudah pemahaman terhadap materi yang diajarkan.
  1. Prinsip fungsional
Sesuatu dapat dikatakan sebagai belajar jika ada makna dan manfaat dari apa yang dipelajari. Oleh karena itu, penting memilih metode pembelajaran yang mampu mengantarkan siswa kepada makna dan manfaat belajar.
  1. Prinsip menggembirakan
Kesan membosankan dan menjemukan harus dilepaskan dari pembelajaran. Oleh karena itu pembelajaran harus di-setting dalam susana yang menyenangkan (joyful learning), agar siswa tidak mengalami situasi yang tegang dan tertekan dalam belajar. Suasana kelas yang menyenangkan akan turut menentukan keberhasilan dalam belajar.


C.      Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Metode

Pemilihan dan penentuan metode dipengaruhi beberapa faktor, sebagai berikut.
  1. Tujuan yang berbeda dari masing-masing materi
Guru perlu jeli dan teliti menyesuaikan metode pembelajaran dengan tujuan yang telah ditetapkan karena metode pembelajaran ditentukan oleh tujuan, bukan sebaliknya.
  1. Perbedaan latar belakang individual anak
Metode pembelajaran juga harus mampu mengakomodasi perbedaan individual siswa karena setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Hal ini merupakan landasan bagi guru dalam memilih dan memvariasi metode pembelajaran.
  1. Perbedaan situasi dan kondisi di mana pendidikan berlangsung
Situasi dan kondisi yang berlainan menuntut metode pembelajaran yang berlainan pula. Saat  suasana kelas tiba-tiba berubah, guru dapat mengubah metode pembelajaran menyesuaikan dengan suasana tersebut.
  1. Perbedaan pribadi dan kemampuan guru
Tidak hanya siswa yang memiliki kepribadian unik , guru pun memiliki karakteristik individu dan kecakapan yang berbeda-beda.  Pemilihan metode pembelajaran sebaiknya juga memerhatikan kecakapan diri juga jangan memilih metode pembelajaran yang tidak dikuasai karena bisa mempersulit diri sendiri dan menghambat tercapainya tujuan pembelajaran.
  1. Perbedaan fasilitas
Fasilitas baik dari segi kualitas maupun kuantitas dapat memengaruhi pemilihan dan penetapan metode mengajar.

D.      Macam-Macam Metode Pembelajaran :

1.     Ceramah

Ceramah  ialah pidato  yang disampaikan  oleh seorang  guru  di depan sekelompok siswa/kelas. Dalam kata lain, ceramah merupakan satu kegiatan menjelaskan, menerangkan atau mengupas satu topic atau maslah yang dilakukan oleh seseorang (pembicara) untuk ndidengarkan oleh audience (pendengar) dalam jumlah yang besar maupun terbatas. Biasanya ceramah ini dikemukakan oleh seseorang yang ahli dalam satu bidang dan mengetengahkan satu tema tertentu yang menarik, yang belum dipahami pendengar.

Gunakan ceramah bila:
a)   Pada waktu memberi informasi
b)  Ketika siswa yang belajar itu sudah mendapatkan motivasi.
c)   Jika guru pandai menggunakan  gambar'  dalam kata-kata.
d)  Jika kelompok itu terlalu besar untuk memakai metode yang lain.
e)   Jika ingin menambah atau menekankan apa yang sudah dipelajari.
f)   Ketika mengulangi atau mengadakan pengantar pada suatu pelajaran atau aktivitas.
g)  Jika siswa dapat memahami kata-kata yang digunakan.
Keunggulan  :
a)   Dapat dipakai pada siswa yang sudah dewasa.
b)  Menghabiskan  waktu dengan baik-baik.
c)   Dapat dipakai pada kelompok yang besar.
d)  Tidak melibatkan terlalu banyak alat pembantu.
e)   Dapat dipakai sebagai penambah bahan yang sudah dibaca.
f)   Dapat  dipakai  untuk  mengulang   atau  memberi  pengantar pelajaran atau aktivitas.
Kekurangan :
a)               Menghalangi response dari siswa yang belajar.
b)              Hanya sedikit pengajar yang dapat menjadi pembicara yang baik.
c)               Pembicara harus menguasai pokok pembicarannya.
d)              Dapat menjadi kurang menarik.
e)               Pelajar dapat memanfaatkan hanya pendengarannya.
f)               Sulit untuk dipakai pada anak-anak.
g)              Membatasi daya ingat.
h)              Biasanya hanya satu indera yang dipakai.
i)                Pembicara tidak selalu dapat menilai reaksi siswa yang belajar.

2.     Diskusi Kelompok

Diskusi kelompok ialah percakapan yang direncanakan atau dipersiapkan di antara tiga orang siswa atau lebih tentang topik tertentu dengan seorang pemimpin.

Gunakan diskusi kelompok bila :
a)               Pada waktu saling mengemukakan pendapat.
b)              Untuk membuat problema itu menarik.
c)               Untuk membantu peserta mengemukakan pendapatnya.
d)              Untuk mengenal dan mengolah problema.
e)               Untuk menciptakan suasana yang informil.
f)               Untuk memperoleh pendapat dari siswa yang tidak suka berbicara.

 Keunggulan :

a)   Memberi kemungkinan untuk saling mengemukakan pendapat.
b)  Merupakan pendekatan yang demokratis.
c)   Mendorong rasa kesatuan.
d)  Memperluas pandangan.
e)   Menghayati kepemimpinan bersama-sama.
f)   Membantu mengembangkan kepemimpinan.
Kekurangan :
a)               Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar.
b)              Peserta mendapat informasi yang terbatas.
c)               Diskusi mudah terjerumus.
d)              Membutuhkan pemimpin yang terampil.
e)               Mungkin dikuasai siswa-siswa yang suka berbicara.
f)               Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formil.

3.     Panel

Panel ialah pembicaraan yang sudah direncanakan di depan kelas tentang sebuah topik; diperlukan tiga panelis atau lebih dan seorang pemimpin.
Gunakan Metoda Panel bila :
a)   Pada waktu mengemukakan pendapat yang berbeda.
b)  Jika ada panelis yang memenuhi syarat.
c)   Jika pokok pembicaraan terlalu luas untuk didiskusikan dalam kelompok itu.
d)  Jika dipandang lebih baik untuk mengajak pengunjung untuk “melihat kedalamnya” tetapi tidak memberikan tanggapan secara verbal di dalam diskusi.
e)   Ketika mempertimbangkan keuntungan dan kerugian suatu pemecahan masalah.
f)   Jika panelis dan moderator bersedia untuk mempersiapkan diri.
Keunggulan :
a)               Membangkitkan pikiran.
b)              Mengemukakan pandangan yang berbeda-beda.
c)               Mendapatkan hasil.
d)              Mendorong analisa.
e)               Memanfaatkan orang yang betul-betul memenuhi syarat.
Kekurangan :
a)   Mudah tersesat
b)  Memungkinkan panelis berbicara terlalu banyak.
c)   Tidak memungkinkan semua peserta mengambil bagian.
d)  Cenderung untuk menjadi serial pidato pendek.
e)   Memecahkan pendengar (siswa) ketika mereka setuju dengan panelis tertentu.
f)   Membutuhkan waktu dan persiapan yang cukup banyak.
g)  Memerlukan seorang moderator yang terampil.

4.     Panel-Forum

Panel-forum ialah panel yang disertai partisipasi tamu (bisa guru, siswa, atau nara sumber).
Gunakan metode panel-forum :                                                                         
a)   Jika ingin menggabungkan penyajian isi dengan reaksi tamu.
b)  Jika anggota kelompok diharapkan memberi reaksi pada diskusi itu.
c)   Jika ada pendapat yang sulit dikuasai sehingga perlu dibahas sebelum diajukan secara terbuka.
d)  Jika waktunya cukup.
e)   Ketika mempertimbangkan untung rugi suatu pemecahan masalah.
f)   Jika ada panelis yang memenuhi syarat.
g)  Jika mengajukan pandangan yang berbeda-beda.
Keunggulan :
a)               Memungkinkan setiap anggota ambil anggota.
b)              Memungkinkan perputaran tanggung jawab.
c)               Memungkinkan peserta menyatakan reaksinya.
d)              Membuat peserta mendengar dengan penuh perhatian.
e)               Memungkinkan adanya tanggapan terhadap pendapat panelis.
f)               Ada hasilnya
g)              Mengemukakan pendapat yang berbeda-beda
Kekurangan :
a)   Membutuhkan banyak waktu.
b)  Memerlukan moderator yang terampil.
c)   Mungkin terasa “terputus-putus”
d)  Memungkinkan panelis memberi pidato dan bukan berbicara dengan tamu.
e)   Mudah tersesat.
f)   Mungkin peserta kurang dapat bertanya dengan “betul”.
g)  Memungkinkan orang yang suka bicara memakai waktu yang banyak.

5.     Kelompok Studi Kecil

Kelompok studi kecil (buzz group) adalah pemecahan kelompok yang lebih besar. Kelompok kecil ini membahas tugas yang diberikan dan biasanya melaporkan hasilnya kepada kelompok besar.
Gunakan kelompok studi kecil (Buzz group) :
a)   Jika kelompok terlalu besar sehingga tidak memungkinkan setiap siswa berpartisipasi.
b)  Ketika mengolah beberapa segi sebuah pokok bahasan/masalah.
c)   Jika ada anggota kelompok yang lamban dalam mengambil bagian.
d)  Jika waktu terbatas.
e)   Untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dalam kelompok.
Keunggulan :
a)               Mendorong peserta yang malu-malu.
b)              Menciptakan suasana yang menyenangkan.
c)               Memungkinkan pembagian tugas kepemimpinan.
d)              Menghemat waktu.
e)               Memupuk kepemimpinan.
f)   Memungkinkan pengumpulan pendapat.
g)  Dapat dipakai bersama metode lainnya.
h)  Memberi variasi.
Kekurangan :
a)   Mungkin terjadi kelompok yang terdiri dari orang-orang yang tidak tahu apa-apa.
b)  Mungkin berputar-putar.
c)   Mungkin ada pemimpin yang lemah.
d)  Laporan mungkin tidak tersusun dengan baik.
e)   Perlu belajar sebelumnya bila ingin mencapai hasil yang baik.
f)   Mungkin terjadi klik-klik untuk sementara.
g)  Biasanya banyak makan waktu untuk mempersiapkan.

6.     Drill (Latihan Siap)

Drill adalah latihan dengan praktek yang dilakukan berulang kali atau kontinyu / untuk mendapatkan keterampilan dan ketangkasan praktis tentang pengetahuan yang dipelajari.
Harus disadari sepenuhnya bahwa apabila penggunaan metode tersebut tidak / kurang tepat akan menimbulkan hal-hal yang negatif ; anak kurang kreatif dan kurang dinamis.
Metode ini tepat untuk memperoleh :
a.   Kecakapan memoris : Mengucapkan kata-kata, tanya jawab, pemakaian tata bahasa (grammar) yang tepat dalam pengajaran bahasa asing.
b.   Kecakapan mental : Dalam perkalian, menjumlah, mengurang, membagi, dll.      
Keuntungan :
a)   Bahan yang diberikan secara teratur.
b)  Adanya pengawasan, bimbingan dan koreksi yang segera diberikan oleh guru.
c)   Pengetahuan / keterampilan siap yang telah terbentuk sewaktu-waktu dapat digunakan dalam keperluan sehari-hari.
Kerugian :
a)   Dapat membentuk kebiasaan yang kaku.
b)  Menimbulkan adaptasi mekanis terhadap lingkungannya.
c)   Menimbulkan verbalisme.
d)  Latihan yang terlampau berat akan menimbulkan perasaan benci, baik kepada mata pelajaran maupun kepada gurunya.
e)   Latihan yang dilakukan dengan pengawasan yang ketat dan dalam suasana yang serius mudah sekali menimbulkan kebosanan dan kejengkelan.

7.     Problem Solving

Metode problem solving adalahsuatu cara mengajar dengan menghadapkan siswa kepada suatu masalah agar dipecahkan atau diselesaikan. Metode ini menuntut kemampuan untuk melihat sebab akibat, mengobservasi problem, mencari hubungan antara berbagai data yang terkumpul kemudian menarik kesimpulan yang merupakan hasil pemecahan masalah.
Keuntungan :
a)   Mendidik murid berfikir secara sistematis.
b)  Mampu mencari berbagai jalan keluar dari suatu kesulitan yang dihadapi.
c)   Belajar menganalisa suatu masalah dari berbagai aspek.
d)  Mendidik anak tidak mudah putus asa dalam menghadapi kesulitan.
e)   Mendidik anak percaya pada diri sendiri.
Kelemahan :
a)   Memerlukan waktu yang cukup banyak.
b)  Tidak bisa digunakan di kelas-kelas rendah.
c)   Bisa menjadikan pelajaran tertinggal, sebab satu dua masalah yang sulit dipecahkan akan memakan waktu yang tidak sedikit.

8.     Inkuiri

Metode inkuiri adalah cara penyampaian bahan pengajaran dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar mengembangkan potensi intelektualnya dalam jalinan kegiatan yang disusunnya sendiri untuk menemukan sesuatu sebagai jawaban yang meyakinkan terhadap permasalahan yang dihadapkan kepadanya melalui proses pelacakan data dan informasi serta pemikiran yang logis, kritis dan sistematis.
            Metode inkuiri ini hampir sama dengan metode pemecahan masalah (problem solving). Perbedaannya ialah dalam pemecahan masalah titik berat terletak pada terpecahkannya masalah sedangkan pada inkuiri titik berat terletak pada kedalaman pencarian sampai ditemukan pemecahan yang meyakinkan (proses pemecahan dan kualitasnya).

Keunggulan :
a)   Siswa menjadi lebih aktif.
b)  Dapat meningkatkan kemampuan intelektual.
c)   Meningkatkan kadar penghayatan cara berfikir dan cara hidup yang tepat dalam berbagain situasi nyata.
Kelemahan :
a)   Tidak dapat diterapkan secara efektif pada semua tingkatan kelas.
b)  Tidak semua guru/ instruktur mampu menerapkanya.
c)   Terlalu menekankan aspek kognitif dan kurang memperhatikan aspek efektif.
d)  Memerlukan banyak waktu.

9.     Demonstrasi dan Eksperimen

Dua istilah ini hanya berbeda dalam sudut pandangannya. Metode demonstrasi dimaksudkan sebagai suatu kegiatan memperlibatkan suatu gerak atau proses kerja sesuatu.
Adapun metode eksperimen dimaksudkan sebagai suatu cara memperoleh pengetahuan / keterampilan dengan mencoba, berbuat, melakukan sesuatu.

Keuntungan :
a)   Pengetahuan anak tidak verbalistis dan memberikan kemungkinan berfikir lebih kritis.
b)  Memberikan pengalaman yang real.
c)   Keragu-raguan siswa / mahasiswa dapat hilang dengan mengamati dan mengadakan eksperimen.
d)  Memberikan kemungkinan lebih berhasilnya interaksi belajar-mengajar.
Kelemahan :
a)   Bila tidak dapat mengamati kelas secara seksama, maka metode ini menjadi tidak wajar.
b)  Bila alat pengajaran kurang memadai, maka hasilnya pun kurang memuaskan.
c)   Kemungkinan eksperimen akan berlangsung lama sehingga mengganggu pelajaran berikutnya.

E.       Metode yang dianggap Relevan dengan Ilmu Komputer

1.     Metode Ceramah

Metode ceramah adalah penuturan atau penjelasan guru secara lisan. Metode ini dianggap relevan dengan ilmu komputer karena dalam ilmu komputer ada beberapa materi yang tidak memerlukan praktek dan hanya perlu disampaikan oleh pengajar secara lisan, metode ini juga dapat digunakan oleh pengajar untuk menjelaskan suatu tugas yang akan diberikan kepada peserta didik
Materi ini dapat diterapkan oleh pengajar untuk menyampaikan beberapa materi dalam ilmu komputer, seperti sejarah komputer,perkembangan komputer dari masa ke masa, dan materi lain yang tidak memerlukan praktek dalam proses pembelajarannya.

2.     Metode Drill

Metode ini menitikberatkan dalam pemberian latihan dan praktek yang dilakukan berulang kali secara terus menerus kepada peserta didik agar bisa melatih keterampilan dan ketangkasan praktek tentang pengetahuan yang dipelajari. Untuk apa peserta didik dibidang ilmu komputer melatih keterampilannya, ini dikarenakan peserta didik dibidang ilmu komputer diharapkan dapat memiliki keterampilan dalam mengolah, menjalankan, dan memahami software, hardware, dan seluruh komponen komputer beserta OS(Operating System) dan jaringannya.
Keterampilan ini tidak bisa didapatkan hanya dengan mendengarkan pengetahuannya saja, tentu harus dibarengi dengan latihan dan praktek yang dilakukan berulang kali agar pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari itu menjadi permanen, mantap, dan bisa dipergunakan di situasi yang diperlukan. Karena itulah Metode Drill relevan dengan pembelajaran dibidang ilmu komputer.

3.     Demonstrasi dan Eksperimen

Kedua metode yang saling berkaitan ini relevan dengan ilmu komputer karena metode Demonstrasi diperlukan peserta didik untuk mengamati bagaimana suatu proses kerja itu terjadi, contohnya bagaimana proses pemrograman bahasa didalam komputer bisa bekerja atau bagaimana cara membuat dan memanipulasi suatu objek multimedia menggunakan software(CorelDraw/Photoshop). Dan peserta didik tidak hanya mengamati bagaimana suatu proses kerja itu terjadi tentu harus dibarengi dengan prakteknya agar mereka bisa menjalankan suatu proses kerja itu secara nyata, karena itulah metode eksperimen diperlukan. Di metode Eksperimen ini tidak hanya menjalankan suatu proses kerja itu secara nyata tetapi juga bisa membuat anak berpikir lebih kreatif dan kritis serta memberikan pengalaman yang riil, dan cara berpikir seperti itu sangat diperlukan dalam mengikuti pembelajaran ilmu komputer.

4.     Problem Solving

Metode ini relevan dengan ilmu komputer karena mata pelajaran ilmu komputer  banyak menuntut kemampuan untuk melihat sebab akibat, mengobservasi problem, dan mencari hubungan antara berbagai data yang  terkumpul kemudian menarik kesimpulan yang merupakan hasil pemecahan masalah, contohnya dasar-dasar logika, algoritma dll. Untuk melatih kemampuan itu maka diperlukanlah metode Problem Solving yang bisa memberikan pelajaran menganalisa suatu masalah dari berbagai aspek.

5.     Inkuiri

Metode inkuiri ini relevan dengan ilmu komputer karena selain pandai dalam teori-teori ilmu komputer, peserta didik juga dituntut untuk menjadi kreatif dalam menyelesaikan suatu problema, metode ini juga dapat digunakan jika pendidik ingin mengembangkan kepercayaan diri peserta didik. Contoh penerapan metode inkuiri dalam ilmu komputer adalah siswa ditugaskan untuk menilik suatu problema yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kemudian siswa memecahkan masalah tersebut dengan memprogram sesuatu atau merancang suatu teknologi sehingga diharapkan siswa dapat berpikir analitis, kritis,dan sistematis.


BAB III

PENUTUP

A.      Kesimpulan

Ada banyak metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik dalam meyampaikan bahan ajar kepada peserta didik. Namun hanya beberapa metode yang kami anggap relevan dan dapat digunakan dalam ilmu komputer yaitu metode ceramah, drill, demontrasi eksperimen, problem solving, dan inkuiri. Materi-materi yang relevan tersebut pun hanya akan efektif jika dikombinasikan satu sama lain sesuai dengan kemampuan peserta didik, materi yang disampaikan, dan berbagai faktor lain.

B.      Saran

Diharapkan pendidik dapat memilih, memilah, dan merangkai beberapa metode pembelajaran sekaligus dalam suatu penyampaian materi untuk mencapai tujuan pengajaran yang optimal. Karena setiap materi memerlukan metode yang tepat dan efektif agar dapat dipahami dengan mudah oleh tiap peserta didik.


DAFTAR PUSTAKA


Sriyono, dkk.  1992. Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. Jakarta: Rineka Cipta.
Slameto. 1991. Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit Semester (SKS). Jakarta: Bumi Aksara.
Nurani, Yuliani dkk. 2003. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar